sekedar sharing pemikiran dan perjalanan hidup ……

Renungan

Waspadai Propaganda Syetan! (Tafsir QS al-A’raf [7]: 20-21)

Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I.

Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)”. Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua” (TQS al-A’raf [7]: 20-21).

Iblis dan syetan adalah musuh bagi manusia. Yang diinginkan terjadi pada diri manusia adalah kesengsaraan dan penderitaan. Oleh karena itu, Iblis pun melakukan berbagai cara untuk memalingkan manusia dari ketaatan kepada Allah SWT. Sebab, Iblis tahu benar sikap durhaka terhadap perintah Allah akan mengantarkan manusia kepada kesengsaraan dan penderitaan.

Ayat ini menggambarkan kepada kita betapa liciknya Iblis dalam menjerumuskan Adam dan istrinya, hingga keduanya pun terbujuk oleh oleh rayuannya.

Ditipu Syetan

Allah SWT berfirman: Fawaswasa lahumâ al-syaythân (maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya). Ayat ini merupakan penggalan dari kisah Nabi Adam beserta istrinya. Setelah berbuat durhaka kepada Allah SWT, Iblis diusir dari surga. Sementara Adam dan istrinya, diperintahkan untuk tetap tinggal di surga. Keduanya dipersilakan untuk memakan buah-buahan mana saja yang disukai kecuali sebuah pohon. Keduanya dilarang mendekati pohon tersebut (QS al-A’raf [7]: 19). (lebih…)


Catatan Kritis Draft Terakhir RUU Intelijen

RUU Intelijen = Lahirnya Rezim Represif

Proses pembahasan RUU Intelijen di DPR tinggal selangkah lagi. Pada tanggal 30 September lalu Komisi I DPR telah mengetuk palu persetujuan RUU Intelijen sebagai keputusan komisi untuk diajukan ke Sidang Paripurna DPR.

Draft final ini merupakan hasil dari perkembangan pembahasan sebelumnya. Dalam draft final ini terdapat perubahan terutama dalam hal definisi dan kategori ancaman, tentang penyadapan, pemeriksaan aliran dana, penggalian informasi dan ancaman sanksi pidana. Draft final inilah yang menjadi obyek analisis sekarang.

Beberapa catatan kritis atas draft final RUU Intelijen itu masih relatif sama dengan yang sebelumnya. Di dalam draft terakhir itu juga masih terdapat sejumlah pasal yang bermasalah. Draft terakhir itu jika disahkan nantinya tetap akan berpeluang melahirkan rezim represif yang bisa memata-matai rakyat. Intelijen nantinya masih berpeluang dijadikan alat oleh pemerintah dalam hal ini presiden. Kepala BIN juga tetap dijadikan sebagai satu-satunya pihak yang bisa menentukan telah terpenuhinya indikasi dan bukti awal yang cukup pada diri seseorang sehingga orang tersebut boleh disadap, diselidiki dan digali informasinya.

Berikut ini beberapa catatan kritis yang perlu menjadi perhatian semua elemen masyarakat terkait draft RUU Intelijen yang akan diajukan ke sidang paripurna DPR 27 September nanti: (lebih…)


Xenia Dituntun Anaknya Menemukan Islam di Usia Senja

ATHENA – Sebelum pergi ke Inggris, Xenia hanya mengenal satu agama, Kristen Ortodoks. Dia lahir, dibesarkan, dan tinggal di Athena, Yunani, Sebelum akhirnya terbang ke Inggris tahun 1970-an untuk melanjutkan pendidikannya.

Di negeri inilah, cakrawalanya terbuka. Ia mengenal ada banyak agama di dunia ini. Islam salah satunya. Namun, ia tak berniat mempelajarinya, karena nyaman dengan agama yang dianutnya sejak kecil. “Saya dibesarkan dalam keluarga yang hangat walau tak begitu taat beribadah,” ujarnya. (lebih…)


Fakta Politik Iran …!

Kantor Media Hizbut Tahrir

Wilayah Lebanon

No : H.T.L 42/32

Senin, 22 Ramadhan 1432 H/22 Agustus 2011

Duta besar Iran di Lebanon, Dr. Ghadhanfar Roknabadi, meminta untuk bertemu dengan pemimpin “Hizbut Tahrir wilayah Lebanon”. Sesuai permintaan itu, maka ketua Komite Eksekutif Dr. Muhammad Jabir,direktur Kantor Media Pusat, Ir. Utsman Bakhasy, ketua Kantor Media di Lebanon, Ahmad al-Qashash, dan anggota Lajnah Kontak Pusat, Ir. Shalih Salam, menemuinya.

Selama pertemuan terjadi pembicaraan tentang berbagai situasi politik secara umum dan insiden-insiden Suria secara khusus. Dr. Jabir menyerahkan kepada yang mulia duta besar sebuah surat di dalamnya menjelaskan sikap Hizb tentang politik Iran secara umum dan sikapnya tentang perlawanan Suria secara khusus. Berikut isi-isi penting di surat tersebut:

Apakah republik Iran menerapkan pemikiran Islam yang tegak di atas akidah Islam yang terinternalisasi dalam hukum-hukum syara’ tanpa yang lainnya?

Jawaban atas pertanyaan tersebut mengharuskan untuk merinci politik Republik Iran dalam dua aspek: dalam politik dalam negeri dan politik luar negeri.

Monitoring terhadap fakta sistem Iran dan politik dalam negerinya:

Dari monitoring politik pendidikan, kebudayaan dan media Iran, maka orang yang memonitornya menghasilkan kesimpulan yang jelas: yaitu bahwa berbagai politik ini tidak lain tegak di atas kecenderungan nasionalisme Persia yang jelas. Dan bahwa di dalam politik itu aspek-aspek Islam tidak diperhatikan, kecuali hanya “polesan kosmetik” untuk memberi label syariah Islam terhadap negara dan masyarakat di Iran. Negara dan masyarakat tidak dibangun di atas asas pemikiran Islam yang murni. Buktinya. bahwa rezim Iran terus bertindak berdasarkan pandangan nasionalisme Persia bukan berdasarkan pandangan Islami. Di mana disyaratkan presiden harus berkebangsaan Iran dan berasal dari kedua orang tua berkebangsaan Iran, serta negara hanya dijadikan untuk Iran saja dan bukan untuk umat Islam. Bahasa arab yang merupakan bahasa Islam juga tidak dijadikan sebagai bahasa resmi di republik tersebut. Sampai sekarang di Iran masih berlangsung perdebatan seputar identitas Iran dan identitas Islami dan sebagian nasionalis Iran masuk ikut campur di dalam semua itu. Terus berlangsungnya perayaan hari Raya Nuruz hanyalah contoh terus dijaganya kecenderungan nasionalisme. Dampak dari kecenderunan ini tampak jelas berupa terpicunya sektarianisme antara bangsa Persia dengan penduduk Iran dari bangsa arab, Baluch, Kurdi dan lainnya. Kecenderungan ini sendiri memiliki dampak pada politik luar negeri Republik Iran. Hal ini menuntun kita untuk membicarakan politik luar negeri Republik Iran ini. (lebih…)


Jajak Pendapat: Amerika Biang Kerok Terorisme Global

Syabab.Com – Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Pusat Studi Arab-Eropa yang berkantor pusat di Paris menyimpulkan bahwa AS adalah biang kerok terorisme global.

Dari 86,4% responden berpendapat bahwa AS belum mencapai keberhasilan apapun dalam perang melawan terorisme setelah 10 tahun peristiwa September. Sebab menurut mereka bahwa AS sendiri adalah biang kerok dari terorisme global yang didirikan dan disebarkan oleh berbagai perang yang dilakukannya. Sementara para tokoh terorisme yang didukung dan dilindungi Amerika akan dihabisi setelah perannya selesai dan berakhir.

Sementara 8,2% responden menyakini bahwa dunia belum sepakat dengan satu definisi terkait terorisme. Lalu, bagaimana bisa sepakat untuk menghilangkannya. Adapun 5,4% responden mengatakan bahwa meskipun ada keberhasilan dalam menghilangkan sumber-sumber terorisme, namun ideologi teroris masih tertanam kuat dalam otak kelompok yang mereka sebut sebagai “pasien yang dapat dilepaskan pada suatu hari”.

Akhirnya pusat studi tersebut menyimpulkan bahwa AS telah menghabiskan sekitar 3-4 triliun dolar untuk pemberantasan terorisme tanpa mampu mencapai tujuannya karena berbagai kesalahan yang dilakukan sendiri. (lebih…)


SBY dan “9 Malapetaka Terorisme”

Oleh: AM Waskito

FAKTA: Hari Minggu, 25 September 2011, sekitar pukul 10.55 WIB, seorang pemuda, diperkirakan usia 31 tahun, melakukan aksi bom bunuh diri di Gereja Kepunton Solo. Akibat aksi ini satu orang tewas -dengan usus terburai- yaitu si pelaku peledakan itu sendiri, dan puluhan jemaat gereja terluka. Menurut kabar, pelaku peledakan itu diperkirakan namanya Ahmad Yosefa.

Pagi hari terjadi peledakan bom, sore harinya SBY langsung membuat konferensi pers. Isi konferensi pers: dia menyebut peledakan itu sebagai aksi pengecut, dia menyebut pelaku peledakan itu ialah “jaringan Cirebon”, dan dia kembali memastikan bahwa Indonesia belum aman dari aksi-aksi terorisme.

Pernyataan SBY ini setidaknya mengandung dua masalah besar: Pertama, dia begitu cepat memastikan bahwa pelaku peledakan itu adalah ini dan itu. Hanya berselang beberapa jam SBY sudah memastikan, padahal hasil penyelidikan resmi dari Polri belum dikeluarkan. Hal ini mengingatkan kita kepada Tragedi WTC 11 September 2001. Waktu itu media-media Barat sudah memastikan bahwa pelaku peledakan WTC adalah kelompok Usamah, hanya sekitar 3 jam setelah peristiwa peledakan. Seolah, SBY sudah banyak tahu tentang seluk-beluk aksi bom bunuh diri di Kepunton Solo tersebut. Kedua, SBY untuk kesekian kalinya tidak malu-malu mengklaim bahwa kondisi Indonesia masih belum aman dari aksi-aksi terorisme. Kalau seorang pemimpin negara masih berakal sehat, seharusnya dia malu dengan adanya aksi-aksi terorisme itu. Tetapi sangat unik, SBY tampaknya sangat “menikmati” ketika kondisi Indonesia tidak cepat lepas dari aksi-aksi terorisme.

Bila Masanya Tlah Tiba, Seseorang Akan Dikejar Bencana, Sekalipun Dia Bersembunyi di Pucuk Gunung Atau Liang Semut…

Setiap ada aksi terorisme, dimanapun juga, termasuk di Indonesia, kaidahnya sederhana. Aksi terorisme bisa dibagi menjadi 3 jenis:

(a). Aksi yang benar-benar murni dilakukan oleh pelaku terorisme dengan alasan ideologis. Mereka melakukan teror karena kepentingan ideologi, dan menjalankan aksi itu dengan persiapan-persiapan sendiri. Aksi-aksi yang dilakukan oleh IRA di Irlandia, Basque di Spanyol, atau kelompok David Coresh di Amerika termasuk jenis ini;

(b). Aksi terorisme yang dibuat oleh aparat sendiri dalam rangka mencapai tujuan politik tertentu. Aparat yang merancang dan mereka pula eksekutornya. Contoh monumental aksi demikian ialah peledakan WTC yang dilakukan oleh dinas intelijen Amerika sendiri;

(c). Aksi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu (misalnya kelompok Jihadis) yang ditunggangi oleh aparat. Penyusun aksi itu sebenarnya aparat, tetapi eksekutornya diambil dari kalangan Jihadis yang mudah dipengaruhi dan diprovokasi. Aksi peledakan bom itu sangat mudah dibuat oleh mereka yang punya DANA, INFORMASI, dan AKSES SENJATA. Sedangkan sudah dimaklumi, aparat keamanan memiliki itu semua. Mereka bisa membuat aksi peledakan dimanapun, lalu aksi itu diklaim dilakukan oleh pihak ini atau itu.

Malapetaka. Dalam bahasa Inggris disebut “disaster”. Dalam bahasa Arab disebut bala’. Seseorang disebut mendapat malapetaka ketika dia tertimpa keburukan, mushibah, kemalangan, atau penderitaan; karena telah melakukan kedurhakaan atau kezhaliman kelewat batas. Contoh manusia yang mendapatkan malapetaka ialah George Bush. Begitu hinanya manusia itu, sehingga dia dilempar sepatu ketika berbicara di Irak. Tidak pernah ada kepala negara dilempar sepatu sehina itu, selain George Bush. (lebih…)


Moskow Menjadi Kota Muslim Masa Depan, Jalan-jalan Pun Menjadi Masjid, 500 Ribu Kaum Muslim Padati Idul Fitri


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jika di negeri ini, anak-anak muda berjubel menuju stadion untuk menonton bola atau menonton konser musik maksiyat, tetapi tidak bagi anak-anak muda Muslim di Moskow, Rusia. Memang ada pemandangan yang unik di jantung kota Rusia beberapa hari lalu itu. Jutaan kaum Muslim dari berbagai penjuru daerah di Rusia berkumpul di Moscow untuk menyelenggarakan Sholat Idul Fitri 1432, Selasa, 30/08/2011.

Anak-anak muda tampak berjubel untuk mengisi jalanan-jalanan. Bukan untuk menonton sepak bola atau konser musik, melainkan mereka antri untuk ikut serta merayakan hari kemenangan usai shoum Ramadhan itu. 

Mereka dengan tertib melewati pintu-pintu penjagaan yang dibantu oleh pihak kepolisian setempat. Kemudian, mereka berbaris rapi membentuk shaf-shaf sholat. Sesuatu yang sangat luar biasa, mengalahkan komando tentara dari sebuah barisan upacara.

Saking penuh dan membludaknya, sholat Idul Fitri tersebut melewati batas penjagaan dan meluber memenuhi jalan-jalan di jantung bekas negara komunitas Uni Soviet itu. Lalu lintas kendaraan dan angkutan umum benar-benar diblokir. Gema takbir pun membahana ibu kota Rusia tersebut, Allahu Akbar!

Sekitar 500 ribu orang, menurut perkiraan polisi, menghadiri pelaksanaan sholat Idul Fitri di masjid yang kapasitasnya hanya maksimum 800 orang itu.

Kaum Muslim tersebut saling menyapa satu sama lainnya dengan ucapan, “Id Mubarak” (Id yang diberkahi). Usai khutbah Idul Fitri, kaum Muslim menuju jamuan makan, mereka saling memberi hadiah, membantu yang membutuhkan.

Ini merupakan perayaan sholat Idul Fitri terbesar di Moskow, di mana masjid-masjid tidak memenuhi kebutuhan komunitas Muslim yang terus berkembang di ibukota Rusia tersebut.

Menurut sebuah laporan, masjid yang tengah dibangun belum selesai. Konstruksi dihentikan selama beberapa tahun karena kekurangan dana. Kaum Muslim pun akhirnya berkumpul di jalan-jalan, menjadikan jalan-jalan Moskow menjadi masjid.

Mengapa anda di sini, tepatnya di tengah jalan? Tanya seorang wartawan kepara seorang jamaah. “Menjelang atau di luar, tidak ada tempat untuk sholat,” kata Toykin, seorang pekerja Uzbek, dia sudah bekerja 8 tahun di Moskow. “Masjid, tentu saja, tidak cukup, kemudian kita di jalan, makan dan minum”. Alkohol? “Tidak-tidak-tidak!” tegasnya.

Di sepanjang jalan menuju masjid, kaum Muslim berwudhu, menggunakan airt yang disediakan pada botol-botol plastik.

“Aku datang dari sebuah di desa di Tatarstan Rusia, kami tidak memiliki masjid, dan kebiasaan tersebut tidak dapat sholat. Tapi aku Muslim. Mereka mengatakan bahwa masjid di Moskow tidak cukup,” kata seorang penjaga yang berasal dari Tatar.

Subhanallah, semua ini hanya mengingatkan kita kepada Rasulullah Saw. tercinta yang telah bersabda:

“Perkara ini (Islam) akan merebak di segenap penjuru yang ditembus malam dan siang, Allah tidak akan membiarkan satu rumah pun, baik gedung maupun gubuk, melainkan Islam akan memasukinya sehingga dapat memuliakan agama yang mulia dan menghinakan agama yang hina. Yang dimuliakan adalah Islam, dan yang dihinakan adalah kekufuran” (HR. Ibnu Hiban).

Ini menunjukkan, masa depan ada di tangan kaum Muslim. Di saat itulah, Islam akan meliputi seluruh penjuru dunia di bawah naungan Khilafah, Insya Allah!

Jika di Rusia saja, anak-anak muda muslim memberikan loyalitas hanya kepada Allah Swt. semata, sungguh sangat memalukan bila di negeri yang bermayoritas Muslim ini malah anak-anak muda berjubel untuk menonton sepak bola atau konser-konser maksiyat.

Ya Allah, kumpulkanlah semua kaum Muslim di bawah naungan Khilafah yang akan menerapkan hukum-hukum syariat-Mu, amin ya rabbal ‘alamin. [m/zyalt/ridus/syabab.com]

Foto-Foto dan Video silahkan Lihat di www.syabab.com


Abad Kejayaan Khilafah

Apa yang terjadi di Dunia Islam dan Barat pada Abad Pertengahan? Barat diselimuti kegelapan (dark ages) dengan sistem pemerintahan teokrasinya. Sebaliknya, kaum Muslim mengalami masa keemasan dengan sistem pemerintahan Khilafahnya.

Kenyataan tersebut sering ditutup-tutupi oleh para penjajah dan kaki-tangannya. Dalam kurikulum sekolah, fakta kejayaan Khilafah dalam segala aspeknya ditutupi. Akibatnya, terjadi pembelajaran sejarah yang ganjil. Buku sejarah yang diadopsi sekolah dengan rinci membahas peradaban manusia ratusan bahkan ribuan tahun sebelum Masehi, tetapi kemudian meloncat ke abad 16 Masehi. Mengabaikan 13 Abad peradaban emas Islam dibawah naungan Khilafah.

Kebangkitan peradaban Islam tidak bisa dilepaskan dari sosok mulia Rasulullah saw. Michael H Hart dalam bukunya yang fenomenal, 100 Tokoh yang Paling Berpengaruh di Dunia (1978 M) menempatkan Nabi Muhammad saw. sebagai tokoh yang paling berpengaruh di dunia. Alasannya, Muhammad bukan semata pemimpin agama, tetapi juga pemimpin duniawi. Fakta menunjukkan, selaku kekuatan pendorong terhadap gerak penaklukan yang dilakukan kaum Muslim, pengaruh kepemimpinan politiknya berada dalam posisi terdepan sepanjang waktu.

Pendapat Hart tidak berlebihan karena memang faktanya, selain sebagai rasul yang menerima wahyu, Muhammad saw. pun mampu dengan gemilang memberikan teladan aplikasi dari wahyu tersebut dalam kehidupan sebagai pribadi, kepala rumah tangga, bagian dari masyarakat dan bahkan kepala Negara Islam. (lebih…)


Subhanallah: Rahasia Membangun Piramida Firaun terdapat dalam al-Qur’an

Oleh Abdul Daim Al-Kahil


Sejak lama para ilmuwan bingung bagaimana cara sebuah piramida dibangun. Hal ini karena teknologi mengangkat batu-batu besar yang bisa mencapai ribuan kilogram ke puncak-puncak bangunan belum ditemukan di zamannya. Apa rahasia di balik pembangunan piramida ini?

Dalam edisi tanggal 1 Desember 2006, Koran Amerika Times menerbitkan berita ilmiah yang mengkonfirmasi bahwa Firaun menggunakan tanah liat untuk membangun piramida! Menurut penelitian tersebut disebutkan bahwa batu yang digunakan untuk membuat piramida adalah tanah liat yang dipanaskan hingga membentuk batu keras yang sulit dibedakan dengan batu aslinya.

Para ilmuwan mengatakan bahwa Firaun mahir dalam ilmu kimia dalam mengelola tanah liat hingga menjadi batu. Dan teknik tersebut menjadi hal yang sangat rahasia jika dilihat dari kodifikasi nomor di batu yang mereka tinggalkan.

Profesor Gilles Hug, dan Michel Profesor Barsoum menegaskan bahwa Piramida yang paling besar di Giza, terbuat dari dua jenis batu: batu alam dan batu-batu yang dibuat secara manual alias olahan tanah liat.

Dan dalam penelitian yang dipublikasikan oleh majalah “Journal of American Ceramic Society” menegaskan bahwa Firaun menggunakan jenis tanah slurry untuk membangun monumen yang tinggi, termasuk piramida. Karena tidak mungkin bagi seseorang untuk mengangkat batu berat ribuan kilogram. Sementara untuk dasarnya, Firaun menggunakan batu alam.

Piramida, dan lumpur yang sudah diolah menurut ukuran yang diinginkan dibakar untuk diletakkan di tempat yang paling tinggi.

Lumpur tersebut merupakan campuran lumpur kapur di tungku perapian yang dipanaskan dengan uap air garam dan berhasil membuat uap air sehingga membentuk campuran tanah liat. Kemudian olahan itu dituangkan dalam tempat yang disediakan di dinding piramida.


Profesor Davidovits telah mengambil batu piramida yang terbesar untuk dilakukan analisis dengan menggunakan mikroskop elektron terhadap batu tersebut dan menemukan jejak reaksi cepat yang menegaskan bahwa batu terbuat dari lumpur. Selama ini, tanpa penggunaan mikroskop elektron, ahli geologi belum mampu membedakan antara batu alam dan batu buatan.

Dengan metode pembuatan batu besar melalui cara ini, sang profesor membutuhkan waktu sepuluh hari hingga mirip dengan batu aslinya.

Sebelumnya, seorang ilmuwan Belgia, Guy Demortier, telah bertahun-tahun mencari jawaban dari rahasia di balik pembuatan batu besar di puncak-puncak piramida. Ia pun berkata, “Setelah bertahun-tahun melakukan riset dan studi, sekarang saya baru yakin bahwa piramida yang terletak di Mesir dibuat dengan menggunakan tanah liat.”

Selama ini, ilmuwan hanya mempunyai jawaban yang fiktif soal cara membangun piramida Firaun. Bagaimana mengangkat batu-batu besar yang jumlahnya mencapai 2,8 juta batu. Waktu itu, mereka menyatakan secara fiktif bahwa orang Mesir kuno memiliki kemampuan mengangkat jutaan batu yang beratnya sekitar lima atau enam ribu kilogram!


Penemuan oleh Profesor Prancis Joseph Davidovits soal batu-batu piramida yang ternyata terbuat dari olahan lumpur ini memakan waktu sekitar dua puluh tahun.


Sebuah penelitian yang luas tentang piramida Bosnia, “Piramida Matahari” dan menjelaskan bahwa batu-batunya terbuat dari tanah liat! Ini menegaskan bahwa metode ini tersebar luas di masa lalu. (Gambar dari batu piramida).

Sebuah gambar yang digunakan dalam casting batu-batu kuno piramida matahari mengalir di Bosnia, dan kebenaran ilmiah mengatakan bahwa sangat jelas bahwa metode tertentu pada pengecoran batu berasal dari tanah liat telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu dalam peradaban yang berbeda baik Rumania atau Firaun!

Alquran Ternyata Lebih Dulu Punya Jawaban

Jika dipahami lebih dalam, ternyata Alquran telah mengungkapkan hal ini dari beberapa ayat-ayat yang Allah firmankan. Antara lain:


وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرِي فَأَوْقِدْ لِي يَا هَامَانُ عَلَى الطِّينِ فَاجْعَلْ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَطَّلِعُ إِلَى إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ مِنَ الْكَاذِبِينَ

“Dan berkata Fir’aun: ‘Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui Tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah Hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang Tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan Sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa Dia Termasuk orang-orang pendusta.” (Al-Qashash:38)

Ayat ini menunjukkan rahasia dari teknologi konstruksi yang digunakan untuk bangunan tinggi sebuah monumen seperti disebutkan “buatkanlah untukku bangunan yang Tinggi”. Teknik ini didasarkan pada lumpur dan panas seperti dalam ayat: “Maka bakarlah Hai Haman untukku tanah liat!”

Subhanallah! Ada bukti yang menunjukkan bahwa patung-patung raksasa dan tiang-tiang yang ditemukan dalam peradaban Rumania dan yang lainnya juga dibangun dari tanah liat! Dapat dikatakan: bahwa keajaiban Al Qur’an menunjukkan cara untuk membangun bangunan-bangunan dari tanah liat dan ini yang tidak diketahui pada waktu turunnya Alquran hingga zaman modern saat ini.

Siapa yang memberitahukan kepada Nabi saw tentang berita ini?

Al-Quran adalah kitab pertama yang mengungkapkan rahasia bangunan piramida, bukan para Ilmuwan Amerika dan Perancis. Pertanyaannya adalah:

Kita tahu bahwa Nabi saw tidak pergi ke Mesir dan tidak pernah melihat piramida, bahkan mungkin tidak pernah mendengar tentangnya. Kisah Firaun, terjadi sebelum masa Nabi saw ribuan tahun yang lalu, dan tidak ada satupun di muka bumi ini pada waktu itu yang mengetahui tentang rahasia piramida. Sebelum ini, para ilmuwan tidak yakin bahwa Firaun menggunakan tanah liat dan panas untuk membangun monumen tinggi kecuali beberapa tahun belakangan ini.

Bagaimana Nabi saw sebelum 1400 tahun yang lalu memberitahukan bahwa Firaun menggunakan tanah liat dan panas untuk membangun monumen …

Ayat ini sangat jelas dan kuat membuktikan bahwa nabi Muhammad saw tidaklah membawa apapun dari padanya tetapi Allah yang menciptakan Firaun dan menenggelamkannya, dan Dia pula yang menyelamatkan nabi Musa … Dan Dia pula yang memberitahukan kepada Nabi-Nya akan hakikat ilmiah ini, dan ayat ini menjadi saksi kebenaran kenabiannya pada zaman modern ini!!

Subhanallah! Ambillah pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai akal. mnh/kaheel


Tuhan, Jika Engkau Ada, Sembuhkan Putri Saya’

Musim dingin 1990, putri kedua Laurence Brown lahir. Tapi putrinya mengalami gangguan kesehatan yang serius, terjadi penyempitan di lengkungan pembuluh darah aortanya, sehingga peredaran darah bayinya tidak lancar. Brown menyaksikan bagaimana tubuh puteri mungilnya membiru dari bagian dada sampai ujung kaki dan harus dirawat di ruang perawatan intensif untuk bayi yang baru lahir.

Sebagai seorang dokter bedah, Brown sangat paham tindakan medis apa yang akan dilakukan dokter terhadap putrinya. Tak ada jalan lain selain melakukan pembedahan darurat di bagian dada, meski tindakan medis itu tidak memberikan peluang besar bagi puterinya untuk bertahan hidup.

Ketika konsultan ahli bedah kardio-toraks yang akan menangani putrinya datang, perasaan Brown campur aduk antara sedih dan takut. “Tidak ada teman kecuali rasa takut, dan tidak tempat untuk berbagi kesedihan sementara saya menunggu hasil pemeriksaan konsultan itu. Saya lalu pergi ke ruangan tempat berdoa di rumah sakit dan duduk bersimpuh,” ujar Brown menceritakan kekalutan hatinya saat itu.

Ia mengakui, itulah kali pertama dalam hidupnya ia berdoa dengan tulus dan sungguh-sungguh. “Sebagai seorang atheis, saat itulah pertama kalinya saya, dengan setengah hati, mengakui Tuhan. Saya katakan setengah hati, bahkan dalam situasi panik itu, saya tidak sepenuhnya meyakini Tuhan. Saya cuma berdoa dengan sikap skeptis. Tuhan, jika Tuhan itu memang ada, Tuhan akan menyelamatkan putri saya, saya berjanji akan mencari dan mengikuti agama yang paling menyenangkan hati-Nya,” tutur Brown. (lebih…)