sekedar sharing pemikiran dan perjalanan hidup ……

Artikel

Waspadai Propaganda Syetan! (Tafsir QS al-A’raf [7]: 20-21)

Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I.

Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)”. Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua” (TQS al-A’raf [7]: 20-21).

Iblis dan syetan adalah musuh bagi manusia. Yang diinginkan terjadi pada diri manusia adalah kesengsaraan dan penderitaan. Oleh karena itu, Iblis pun melakukan berbagai cara untuk memalingkan manusia dari ketaatan kepada Allah SWT. Sebab, Iblis tahu benar sikap durhaka terhadap perintah Allah akan mengantarkan manusia kepada kesengsaraan dan penderitaan.

Ayat ini menggambarkan kepada kita betapa liciknya Iblis dalam menjerumuskan Adam dan istrinya, hingga keduanya pun terbujuk oleh oleh rayuannya.

Ditipu Syetan

Allah SWT berfirman: Fawaswasa lahumâ al-syaythân (maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya). Ayat ini merupakan penggalan dari kisah Nabi Adam beserta istrinya. Setelah berbuat durhaka kepada Allah SWT, Iblis diusir dari surga. Sementara Adam dan istrinya, diperintahkan untuk tetap tinggal di surga. Keduanya dipersilakan untuk memakan buah-buahan mana saja yang disukai kecuali sebuah pohon. Keduanya dilarang mendekati pohon tersebut (QS al-A’raf [7]: 19). (lebih…)


Catatan Kritis Draft Terakhir RUU Intelijen

RUU Intelijen = Lahirnya Rezim Represif

Proses pembahasan RUU Intelijen di DPR tinggal selangkah lagi. Pada tanggal 30 September lalu Komisi I DPR telah mengetuk palu persetujuan RUU Intelijen sebagai keputusan komisi untuk diajukan ke Sidang Paripurna DPR.

Draft final ini merupakan hasil dari perkembangan pembahasan sebelumnya. Dalam draft final ini terdapat perubahan terutama dalam hal definisi dan kategori ancaman, tentang penyadapan, pemeriksaan aliran dana, penggalian informasi dan ancaman sanksi pidana. Draft final inilah yang menjadi obyek analisis sekarang.

Beberapa catatan kritis atas draft final RUU Intelijen itu masih relatif sama dengan yang sebelumnya. Di dalam draft terakhir itu juga masih terdapat sejumlah pasal yang bermasalah. Draft terakhir itu jika disahkan nantinya tetap akan berpeluang melahirkan rezim represif yang bisa memata-matai rakyat. Intelijen nantinya masih berpeluang dijadikan alat oleh pemerintah dalam hal ini presiden. Kepala BIN juga tetap dijadikan sebagai satu-satunya pihak yang bisa menentukan telah terpenuhinya indikasi dan bukti awal yang cukup pada diri seseorang sehingga orang tersebut boleh disadap, diselidiki dan digali informasinya.

Berikut ini beberapa catatan kritis yang perlu menjadi perhatian semua elemen masyarakat terkait draft RUU Intelijen yang akan diajukan ke sidang paripurna DPR 27 September nanti: (lebih…)


Fakta Politik Iran …!

Kantor Media Hizbut Tahrir

Wilayah Lebanon

No : H.T.L 42/32

Senin, 22 Ramadhan 1432 H/22 Agustus 2011

Duta besar Iran di Lebanon, Dr. Ghadhanfar Roknabadi, meminta untuk bertemu dengan pemimpin “Hizbut Tahrir wilayah Lebanon”. Sesuai permintaan itu, maka ketua Komite Eksekutif Dr. Muhammad Jabir,direktur Kantor Media Pusat, Ir. Utsman Bakhasy, ketua Kantor Media di Lebanon, Ahmad al-Qashash, dan anggota Lajnah Kontak Pusat, Ir. Shalih Salam, menemuinya.

Selama pertemuan terjadi pembicaraan tentang berbagai situasi politik secara umum dan insiden-insiden Suria secara khusus. Dr. Jabir menyerahkan kepada yang mulia duta besar sebuah surat di dalamnya menjelaskan sikap Hizb tentang politik Iran secara umum dan sikapnya tentang perlawanan Suria secara khusus. Berikut isi-isi penting di surat tersebut:

Apakah republik Iran menerapkan pemikiran Islam yang tegak di atas akidah Islam yang terinternalisasi dalam hukum-hukum syara’ tanpa yang lainnya?

Jawaban atas pertanyaan tersebut mengharuskan untuk merinci politik Republik Iran dalam dua aspek: dalam politik dalam negeri dan politik luar negeri.

Monitoring terhadap fakta sistem Iran dan politik dalam negerinya:

Dari monitoring politik pendidikan, kebudayaan dan media Iran, maka orang yang memonitornya menghasilkan kesimpulan yang jelas: yaitu bahwa berbagai politik ini tidak lain tegak di atas kecenderungan nasionalisme Persia yang jelas. Dan bahwa di dalam politik itu aspek-aspek Islam tidak diperhatikan, kecuali hanya “polesan kosmetik” untuk memberi label syariah Islam terhadap negara dan masyarakat di Iran. Negara dan masyarakat tidak dibangun di atas asas pemikiran Islam yang murni. Buktinya. bahwa rezim Iran terus bertindak berdasarkan pandangan nasionalisme Persia bukan berdasarkan pandangan Islami. Di mana disyaratkan presiden harus berkebangsaan Iran dan berasal dari kedua orang tua berkebangsaan Iran, serta negara hanya dijadikan untuk Iran saja dan bukan untuk umat Islam. Bahasa arab yang merupakan bahasa Islam juga tidak dijadikan sebagai bahasa resmi di republik tersebut. Sampai sekarang di Iran masih berlangsung perdebatan seputar identitas Iran dan identitas Islami dan sebagian nasionalis Iran masuk ikut campur di dalam semua itu. Terus berlangsungnya perayaan hari Raya Nuruz hanyalah contoh terus dijaganya kecenderungan nasionalisme. Dampak dari kecenderunan ini tampak jelas berupa terpicunya sektarianisme antara bangsa Persia dengan penduduk Iran dari bangsa arab, Baluch, Kurdi dan lainnya. Kecenderungan ini sendiri memiliki dampak pada politik luar negeri Republik Iran. Hal ini menuntun kita untuk membicarakan politik luar negeri Republik Iran ini. (lebih…)


SBY dan “9 Malapetaka Terorisme”

Oleh: AM Waskito

FAKTA: Hari Minggu, 25 September 2011, sekitar pukul 10.55 WIB, seorang pemuda, diperkirakan usia 31 tahun, melakukan aksi bom bunuh diri di Gereja Kepunton Solo. Akibat aksi ini satu orang tewas -dengan usus terburai- yaitu si pelaku peledakan itu sendiri, dan puluhan jemaat gereja terluka. Menurut kabar, pelaku peledakan itu diperkirakan namanya Ahmad Yosefa.

Pagi hari terjadi peledakan bom, sore harinya SBY langsung membuat konferensi pers. Isi konferensi pers: dia menyebut peledakan itu sebagai aksi pengecut, dia menyebut pelaku peledakan itu ialah “jaringan Cirebon”, dan dia kembali memastikan bahwa Indonesia belum aman dari aksi-aksi terorisme.

Pernyataan SBY ini setidaknya mengandung dua masalah besar: Pertama, dia begitu cepat memastikan bahwa pelaku peledakan itu adalah ini dan itu. Hanya berselang beberapa jam SBY sudah memastikan, padahal hasil penyelidikan resmi dari Polri belum dikeluarkan. Hal ini mengingatkan kita kepada Tragedi WTC 11 September 2001. Waktu itu media-media Barat sudah memastikan bahwa pelaku peledakan WTC adalah kelompok Usamah, hanya sekitar 3 jam setelah peristiwa peledakan. Seolah, SBY sudah banyak tahu tentang seluk-beluk aksi bom bunuh diri di Kepunton Solo tersebut. Kedua, SBY untuk kesekian kalinya tidak malu-malu mengklaim bahwa kondisi Indonesia masih belum aman dari aksi-aksi terorisme. Kalau seorang pemimpin negara masih berakal sehat, seharusnya dia malu dengan adanya aksi-aksi terorisme itu. Tetapi sangat unik, SBY tampaknya sangat “menikmati” ketika kondisi Indonesia tidak cepat lepas dari aksi-aksi terorisme.

Bila Masanya Tlah Tiba, Seseorang Akan Dikejar Bencana, Sekalipun Dia Bersembunyi di Pucuk Gunung Atau Liang Semut…

Setiap ada aksi terorisme, dimanapun juga, termasuk di Indonesia, kaidahnya sederhana. Aksi terorisme bisa dibagi menjadi 3 jenis:

(a). Aksi yang benar-benar murni dilakukan oleh pelaku terorisme dengan alasan ideologis. Mereka melakukan teror karena kepentingan ideologi, dan menjalankan aksi itu dengan persiapan-persiapan sendiri. Aksi-aksi yang dilakukan oleh IRA di Irlandia, Basque di Spanyol, atau kelompok David Coresh di Amerika termasuk jenis ini;

(b). Aksi terorisme yang dibuat oleh aparat sendiri dalam rangka mencapai tujuan politik tertentu. Aparat yang merancang dan mereka pula eksekutornya. Contoh monumental aksi demikian ialah peledakan WTC yang dilakukan oleh dinas intelijen Amerika sendiri;

(c). Aksi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu (misalnya kelompok Jihadis) yang ditunggangi oleh aparat. Penyusun aksi itu sebenarnya aparat, tetapi eksekutornya diambil dari kalangan Jihadis yang mudah dipengaruhi dan diprovokasi. Aksi peledakan bom itu sangat mudah dibuat oleh mereka yang punya DANA, INFORMASI, dan AKSES SENJATA. Sedangkan sudah dimaklumi, aparat keamanan memiliki itu semua. Mereka bisa membuat aksi peledakan dimanapun, lalu aksi itu diklaim dilakukan oleh pihak ini atau itu.

Malapetaka. Dalam bahasa Inggris disebut “disaster”. Dalam bahasa Arab disebut bala’. Seseorang disebut mendapat malapetaka ketika dia tertimpa keburukan, mushibah, kemalangan, atau penderitaan; karena telah melakukan kedurhakaan atau kezhaliman kelewat batas. Contoh manusia yang mendapatkan malapetaka ialah George Bush. Begitu hinanya manusia itu, sehingga dia dilempar sepatu ketika berbicara di Irak. Tidak pernah ada kepala negara dilempar sepatu sehina itu, selain George Bush. (lebih…)


Moskow Menjadi Kota Muslim Masa Depan, Jalan-jalan Pun Menjadi Masjid, 500 Ribu Kaum Muslim Padati Idul Fitri


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jika di negeri ini, anak-anak muda berjubel menuju stadion untuk menonton bola atau menonton konser musik maksiyat, tetapi tidak bagi anak-anak muda Muslim di Moskow, Rusia. Memang ada pemandangan yang unik di jantung kota Rusia beberapa hari lalu itu. Jutaan kaum Muslim dari berbagai penjuru daerah di Rusia berkumpul di Moscow untuk menyelenggarakan Sholat Idul Fitri 1432, Selasa, 30/08/2011.

Anak-anak muda tampak berjubel untuk mengisi jalanan-jalanan. Bukan untuk menonton sepak bola atau konser musik, melainkan mereka antri untuk ikut serta merayakan hari kemenangan usai shoum Ramadhan itu. 

Mereka dengan tertib melewati pintu-pintu penjagaan yang dibantu oleh pihak kepolisian setempat. Kemudian, mereka berbaris rapi membentuk shaf-shaf sholat. Sesuatu yang sangat luar biasa, mengalahkan komando tentara dari sebuah barisan upacara.

Saking penuh dan membludaknya, sholat Idul Fitri tersebut melewati batas penjagaan dan meluber memenuhi jalan-jalan di jantung bekas negara komunitas Uni Soviet itu. Lalu lintas kendaraan dan angkutan umum benar-benar diblokir. Gema takbir pun membahana ibu kota Rusia tersebut, Allahu Akbar!

Sekitar 500 ribu orang, menurut perkiraan polisi, menghadiri pelaksanaan sholat Idul Fitri di masjid yang kapasitasnya hanya maksimum 800 orang itu.

Kaum Muslim tersebut saling menyapa satu sama lainnya dengan ucapan, “Id Mubarak” (Id yang diberkahi). Usai khutbah Idul Fitri, kaum Muslim menuju jamuan makan, mereka saling memberi hadiah, membantu yang membutuhkan.

Ini merupakan perayaan sholat Idul Fitri terbesar di Moskow, di mana masjid-masjid tidak memenuhi kebutuhan komunitas Muslim yang terus berkembang di ibukota Rusia tersebut.

Menurut sebuah laporan, masjid yang tengah dibangun belum selesai. Konstruksi dihentikan selama beberapa tahun karena kekurangan dana. Kaum Muslim pun akhirnya berkumpul di jalan-jalan, menjadikan jalan-jalan Moskow menjadi masjid.

Mengapa anda di sini, tepatnya di tengah jalan? Tanya seorang wartawan kepara seorang jamaah. “Menjelang atau di luar, tidak ada tempat untuk sholat,” kata Toykin, seorang pekerja Uzbek, dia sudah bekerja 8 tahun di Moskow. “Masjid, tentu saja, tidak cukup, kemudian kita di jalan, makan dan minum”. Alkohol? “Tidak-tidak-tidak!” tegasnya.

Di sepanjang jalan menuju masjid, kaum Muslim berwudhu, menggunakan airt yang disediakan pada botol-botol plastik.

“Aku datang dari sebuah di desa di Tatarstan Rusia, kami tidak memiliki masjid, dan kebiasaan tersebut tidak dapat sholat. Tapi aku Muslim. Mereka mengatakan bahwa masjid di Moskow tidak cukup,” kata seorang penjaga yang berasal dari Tatar.

Subhanallah, semua ini hanya mengingatkan kita kepada Rasulullah Saw. tercinta yang telah bersabda:

“Perkara ini (Islam) akan merebak di segenap penjuru yang ditembus malam dan siang, Allah tidak akan membiarkan satu rumah pun, baik gedung maupun gubuk, melainkan Islam akan memasukinya sehingga dapat memuliakan agama yang mulia dan menghinakan agama yang hina. Yang dimuliakan adalah Islam, dan yang dihinakan adalah kekufuran” (HR. Ibnu Hiban).

Ini menunjukkan, masa depan ada di tangan kaum Muslim. Di saat itulah, Islam akan meliputi seluruh penjuru dunia di bawah naungan Khilafah, Insya Allah!

Jika di Rusia saja, anak-anak muda muslim memberikan loyalitas hanya kepada Allah Swt. semata, sungguh sangat memalukan bila di negeri yang bermayoritas Muslim ini malah anak-anak muda berjubel untuk menonton sepak bola atau konser-konser maksiyat.

Ya Allah, kumpulkanlah semua kaum Muslim di bawah naungan Khilafah yang akan menerapkan hukum-hukum syariat-Mu, amin ya rabbal ‘alamin. [m/zyalt/ridus/syabab.com]

Foto-Foto dan Video silahkan Lihat di www.syabab.com


Meninggalkan Standar Emas Adalah Kesalahan Fatal Yang Harus Kita Tanggung

Oleh Edmund Conway

Pada hari Senin pagi kita sudah berhasil bertahan hidup selama empat dekade dengan fiat money (*) – meskipun, mengingat kekacauan yang terjadi di pasar dalam beberapa pekan terakhir, banyak yang menebak-nebak berapa lama lagi hal ini akan bisa bertahan.

Pada tanggal 15 Agustus 1971, saat keuangan publik Amerika terhambat karena biaya perang Vietnam, Presiden Richard Nixon akhirnya memotong kaitan antara dolar AS dan emas. Sampai saat itu, Departemen Keuangan AS berkewajiban untuk menukar satu ons emas dimana Bank Sentral bersedia untuk membayarnya seharga $ 35.

Tiba-tiba, untuk pertama kalinya dalam sejarah, tingkat mata uang dunia tidak bergantung pada nilai emas atau komoditas lain yang nyata tapi pada tingkat kepercayaan yang dimiliki investor pada mata uang itu. Bank Sentral diizinkan untuk menetapkan kebijakan moneter berdasarkan naluri mereka daripada pada kebutuhan untuk menjaga nilai mata uang agar sejalan dengan emas. (lebih…)


Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI

Tidak banyak di antara generasi muda di Indonesia yang mengetahui bahwa sebenarnya ada problem mendasar di sekitar peristiwa proklamasi Republik Indonesia. Adalah seorang tokoh sejarah bernama KH Firdaus AN yang menyingkap terjadinya pengkhianatan terhadap Islam menjelang, saat, dan setelah kemerdekaan. Menurut beliau semestinya ada sebuah koreksi sejarah yang dilakukan oleh ummat Islam. Koreksi sejarah tersebut menyangkut pembacaan teks proklamasi yang setiap tahun dibacakan dalam upacara kenegaraan.

Dalam penjelasan ensiklopedia bebas wikipedia, naskah proklamasi ditulis tahun 05 karena sesuai dengan tahun Jepang yang kala itu adalah tahun 2605. Berikut isi teks proklamasi yang disusun oleh duet Soekarno-Hatta:

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05 Atas nama bangsa Indonesia. Soekarno/Hatta

Teks tersebut merupakan hasil ketikan Sayuti Melik (atau Sajoeti Melik), salah seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan proklamasi.

Proklamasi kemerdekaan itu diumumkan di Rumah Bung Karno, jl. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada 17 Agustus 1945, hari Jum’at, bulan Ramadhan, pukul 10.00 pagi.

Kritik KH Firdaus AN terhadap teks Proklamasi diatas:

  1. Teks Proklamasi seperti tersebut diatas jelas melanggar konsensus, atau kesepakatan bersama yang telah ditetapkan oleh BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada 22 Juni 1945.
  2. Yang ditetapkan pada 22 Juni 1945 itu ialah, bahwa teks Piagam Jakarta harus dijadikan sebagai Teks Proklamasi atau Deklarasi Kemerdekaan Indonesia.
  3. Alasan atau dalih Bung Hatta seperti diceritakan dalam bukunya Sekitar Proklamasi hal. 49, bahwa pada malam tanggal 16 Agustus 1945 itu, ‘Tidak seorang di antara kami yang mempunyai teks yang resmi yang dibuat pada tanggal 22 Juni 1945, yang sekarang disebut Piagam Jakarta, ‘ tidak dapat diterima, karena telah melanggar kaidah-kaidah sejarah yang harus dijunjung tinggi. Mengapa mereka tidak mengambil teks yang resmi itu di rumah beliau di Jl. Diponegoro yang jaraknya cukup dekat, tidak sampai dua menit perjalanan? Mengapa mereka bisa ke rumah Mayjend. Nisimura, penguasa Jepang yang telah menyerah dan menyempatkan diri untuk bicara cukup lama malam itu, tapi untuk mengambil teks Proklamasi yang resmi dan telah disiapkan sejak dua bulan sebelumnya mereka tidak mau? Sungguh tidak masuk akal jika esok pagi Proklamasi akan diumumkan, jam dua malam masih belum ada teksnya. Dan akhirnya teks itu harus dibuat terburu-buru, ditulis tangan dan penuh dengan coretan, seolah-olah Proklamasi yang amat penting bagi sejarah suatu bangsa itu dibuat terburu-buru tanpa persiapan yang matang!
  4. Teks Proklamasi itu bukan hanya ditandatangani oleh 2 (dua) orang tokoh nasional (Soekarno-Hatta), tetapi harus ditanda-tangani oleh 9 (sembilan) orang tokoh seperti dicantum dalam Piagam Jakarta. Keluar dan menyimpang dari ketentuan tersebut tadi adalah manipulasi dan penyimpangan sejarah yang mestinya harus dihindari. Teks itu tidak otentik dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Deklarasi Kemerdekaan Amerika saja ditandatangani oleh lebih dari 5 (lima) orang tokoh.
  5. Teks Proklamasi itu terlalu pendek, hanya terdiri dari dua alinea yang sangat ringkas dan hampa, tidak aspiratif. Ya, tidak mencerminkan aspirasi bangsa Indonesia; tidak mencerminkan cita-cita yang dianut oleh golongan terbesar bangsa ini, yakni para penganut agama Islam. Tak heran banyak pemuda yang menolak teks Proklamasi yang dipandang gegabah itu. Tak ada di dunia, teks Proklamasi atau deklarasi kemerdekaan yang tidak mencerminkan aspirasi bangsanya. Teks Proklamasi itu manipulatif dan merupakan distorsi sejarah, karena tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Dalam sejarah tak ada kata maaf, karena itu harus diluruskan kembali teks Proklamasi yang asli. Adapun teks Proklamasi yang otentik, yang telah disepakati bersama oleh BPUPKI pada 22 Juni 1945 itu sesuai dengan teks atau lafal Piagam Jakarta.

Jelasnya, teks proklamasi itu haruslah berbunyi seperti di bawah ini:

PROKLAMASI

Bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia ini harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri keadilan. Dan perjuangan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke pintu gerbang Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan didorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka dengan ini rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Kemudian dari pada itu, untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia, yang melindungi segenap bangsa Indonesia, dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat, dengan berdasarkan kepada ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jakarta, 22 Juni 1945

Ir. Soekarno, Drs. Muhammad Hatta, Mr. Ahmad Soebardjo, Abikusno Tjokrosujoso, A.A. Maramis, Abdul Kahar Muzakir, H. Agus Salim, KH. Wahid Hasjim, Mr. Muh Yamin.

KH Firdaus AN mengusulkan supaya dilakukan koreksi sejarah. Untuk selanjutnya, demi menghormati musyawarah BPUPKI yang telah bekerja keras mempersiapkan usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, maka semestinya pada setiap peringatan kemerdekaan RI tidak lagi dibacakan teks proklamasi “darurat” susunan BK-Hatta. Hendaknya kembali kepada orisinalitas teks proklamasi yang otentik seperti tercantum dalam Piagam Jakarta 22 Juni 1945 diatas.

Benarlah Nabi Muhammad shollallahu ‘alaih wa sallam yang mensinyalir bahwa dekadensi ummat terjadi secara gradual. Didahului pertama kali oleh terurainya ikatan Islam berupa simpul hukum (aspek kehidupan sosial-kenegaraan). Tanpa kecuali ini pula yang menimpa negeri ini. Semenjak sebagian founding fathers negeri ini tidak berlaku “amanah” sejak hari pertama memproklamirkan kemerdekaan maka diikuti dengan terurainya ikatan Islam lainnya sehingga dewasa ini kita lihat begitu banyak orang bahkan terang-terangan meninggalkan kewajiban sholat. Mereka telah mencoret kata-kata “syariat Islam” dari teks proklamasi. Bahkan dalam teks proklamasi “darurat” tersebut nama Allah ta’aala saja tidak dicantumkan, padahal dibacakan di bulan suci Ramadhan! Seolah kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia tidak ada kaitan dengan pertolongan Allah ta’aala…!

عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيُنْقَضَنَّ عُرَى الْإِسْلَامِ عُرْوَةً عُرْوَةً فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِي تَلِيهَا وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلَاةُ

“Sungguh akan terurai ikatan Islam simpul demi simpul. Setiap satu simpul terlepas maka manusia akan bergantung pada simpul berikutnya. Yang paling awal terurai adalah hukum dan yang paling akhir adalah sholat.” (HR. Ahmad 45/134)


Sejarah Islam Mongol, Bangsa Penghancur yang Ditaklukan

Mongolia adalah sebuah negara di sebelah utara Cina yang berbatasan dengan wilayah Siberia Rusia, hampir 80% wilayah Mongolia adalah Gurun Gobi, yaitu sebuah bentangan tanah luas yang minim pepohonan. Pernah melihat film berjudul Babyyang salah satu adegannya juga meliput kehidupan bayi di Mongolia yang bernama Bayar, ya itulah sekilas tentang penduduk Mongolia yang rumahnya seperti tenda buat kemah.

Menurut ilmu Antropologi Mongolia termasuk ras Mongoloid, yang tersebar di Asia Timur, Asia Tenggara, Amerika, dan Kutub Utara.

Harun Yahya membuat silsilah Bangsa Mongol, menurutnya Bangsa Mongol adalah keturunan dari Maghuh bin Yafits ( anak sulung Nabi Nuh As ), yang mempunyai banyak anak salah satunya adalah Shin bin Maghuh yang menurunkan Bangsa Cina, Korea dan Jepang. Beberapa keturunan Maghuh bin Yafits menurunkan berbagai bangsa seperti bangsa Melayu ( Malaysia dan Indonesia), Indian di Amerika dan Eskimo di Kutub Utara. dan keturunan lain menurunkan bangsa Ya’juj Ma’juj yang akan keluar di akhir jaman, wah kita ternyata masih saudaraan dengan bangsa Ya’juj Ma’juj, yah. (lebih…)


Abad Kejayaan Khilafah

Apa yang terjadi di Dunia Islam dan Barat pada Abad Pertengahan? Barat diselimuti kegelapan (dark ages) dengan sistem pemerintahan teokrasinya. Sebaliknya, kaum Muslim mengalami masa keemasan dengan sistem pemerintahan Khilafahnya.

Kenyataan tersebut sering ditutup-tutupi oleh para penjajah dan kaki-tangannya. Dalam kurikulum sekolah, fakta kejayaan Khilafah dalam segala aspeknya ditutupi. Akibatnya, terjadi pembelajaran sejarah yang ganjil. Buku sejarah yang diadopsi sekolah dengan rinci membahas peradaban manusia ratusan bahkan ribuan tahun sebelum Masehi, tetapi kemudian meloncat ke abad 16 Masehi. Mengabaikan 13 Abad peradaban emas Islam dibawah naungan Khilafah.

Kebangkitan peradaban Islam tidak bisa dilepaskan dari sosok mulia Rasulullah saw. Michael H Hart dalam bukunya yang fenomenal, 100 Tokoh yang Paling Berpengaruh di Dunia (1978 M) menempatkan Nabi Muhammad saw. sebagai tokoh yang paling berpengaruh di dunia. Alasannya, Muhammad bukan semata pemimpin agama, tetapi juga pemimpin duniawi. Fakta menunjukkan, selaku kekuatan pendorong terhadap gerak penaklukan yang dilakukan kaum Muslim, pengaruh kepemimpinan politiknya berada dalam posisi terdepan sepanjang waktu.

Pendapat Hart tidak berlebihan karena memang faktanya, selain sebagai rasul yang menerima wahyu, Muhammad saw. pun mampu dengan gemilang memberikan teladan aplikasi dari wahyu tersebut dalam kehidupan sebagai pribadi, kepala rumah tangga, bagian dari masyarakat dan bahkan kepala Negara Islam. (lebih…)


Barat Ketakutan Dengan Konferensi Khilafah Yang Digelar Hizbut Tahrir di Seluruh Dunia

mediaumat.com- Situs “New American” mempublikasikan sebuah artikel yang ditulis oleh Raven Clabough pada hari Rabu (29/6/2011) dengan judul: “Konferensi Khilafah di Seluruh Dunia Termasuk di Amerika Serikat”. Berikut pernyataan-pernyataan penting dalam artikel tersebut.

Artikel itu dimulai dengan pernyataan, partai politik internasional yang dikenal dengan Hizbut Tahrir akan menggelar konferensi di Inggris pada tangga 9 Juli 2011. Dalam konferensi ini akan disampaikan berbagai pemikiran yang akan mengatur dunia dengan syariah Islam. Dikatakan juga bahwa Hizbut Tahrir saat ini telah mengumumkan akan menggelar konferensi lain di Belanda pada tanggal 3 Juli 2011. Situs “The Blaze”, sebuah situs berita dan analisis menunjukkan sebuah ironi dengan waktu konferensi yang akan digelar di Belanda, karena hal itu terjadi hanya beberapa hari setelah pembebasan Geert Wilders, seorang ekstrimis kanan Belanda yang memimpin perang melawan “Islamisasi Eropa”.

Penulis mengutip dari penyelenggara konferensi, bahwa konferensi akan menjawab semua pertanyaan yang berkaitan dengan persatuan Islam, dan pendirian Khilafah internasional. Penulis mengekspresikan kekhawatirannya terhadap Khilafah dengan mengatakan: “Bagi yang tidak tahu, Khilafah adalah negara Islam yang menggunakan kekuasaannya dengan syariah Islam.” Penulis menegaskan akan perlunya waspada dengan mengatakan bahwa selama revolusi Mesir, seorang konservatif “Pundit Glenn Beck” telah memperingatkan bahwa tuntutan final dari sebagian pemberontak adalah mendirikan Khilafah Islam di Mesir. Mereka memperlihatkan sejarah Mesir sebagai bagian dari Kekaisaran Utsmani sejak awal abad keenam belas hingga akhir abad kesembilan belas. (lebih…)